If I die, I want you to use this password to get into my account and tweet “So this is what it’s like being a ghost”.

845 notes 

islamicthinking:

If you truly care for somebody, make dua for them. If you truly dislike somebody, make dua for them. Dua is universal. It heals everything.

islamicthinking:

If you truly care for somebody, make dua for them. If you truly dislike somebody, make dua for them. Dua is universal. It heals everything.

(Source: colourfulmina)

1,295 notes 

SOPA and PIPA are not dead: they are waiting in the shadow
Wikipedia

fuckyeahmahasiswa:

Jika kalian memiliki ini, selamat, masa kecil anda bahagia.
dari apre

Alhamdulillah gw punya :’)

fuckyeahmahasiswa:

Jika kalian memiliki ini, selamat, masa kecil anda bahagia.

dari apre

Alhamdulillah gw punya :’)

277 notes 

Galau Elit by @BulanRF

Galau Elit by @BulanRF

Mulai Dari Nol ya pak !

Kadang aku berpikir, apabila kita semua memulai dari nol, dari sebuah titik yang sama, maka kita akan lebih cepat mencapai garis finish. Karena apabila kita sama-sama memulai dari nol, berarti ini adalah pertandingan yang adil dan akan menimbulkan persaingan yang (Insya Allah) sehat. Lalu persaingan ini akan membawa kita ke garis finish dengan lebih cepat. Dengan sistem yang seperti ini pastilah semangat kita untuk maju jadi membara.

Pernah berpikir kenapa Indonesia lambat dalam hal pertumbuhan ekonomi? Menurut pandangan saya, hal ini disebabkan oleh karena kita tidak memulainya dari titik yang sama, titik kemiskinan. Jika dulu kita semua berawal dari keadaan miskin, maka kita akan bersaing, bersaing, dan terus bersaing hingga yang terbaik di antara kita menjadi seorang pemenang (red: kaya) dan yang kalah pasti tidak akan menerima kekalahannya, lalu terus berusaha, berusaha, dan berusaha untuk bisa menyaingi si kaya. 

Mungkin sistem di atas sudah tidak mungkin terealisasi, karena si kaya akan mewariskan kekayaannya pada anaknya, dan si miskin tidak dapat mewariskan kepada anaknya apa-apa. Jadi anak dari si kaya memulainya dari titik bukan nol, padahal belum tentu anak si kaya ini lebih kompeten daripada anak si miskin. Kesempatan yang diberikan kepada anak si miskin dirasa tidak cukup untuk dia berkembang dan mencapai garis finish.

Saya jadi menginginkan terjadinya suksesi agar tiap anak punya kesempatan yang sama untuk mencapai garis finish hehe

Berpikirnya lebih sehat, akal sehatnya lebih tampil, lebih kreatif dan itu modal kita untuk maju
Dahlan Iskan

janji mau nurunin, ternyata ga seberapa

janji mau nurunin, ternyata ga seberapa

hit counters
Counter-Strike